Sabtu, 15 Juni 2019

Belajar sabar

     Ya Allah kenapa dia begitu tega kepadaku. Kepada soarang wanita hamil. Yang sangat ingin di sayangi, di manja manja. Tidakkah dia menganggap ku sebagai seorang istri? Siapa sebenarnya aku dimatanya? Hati ini sakit ya Allah. Kenapa dia tidak berubah juga? Padahal dia 4 tahun lebih tua dari aku. Tapi kenapa sikapnya tidak bisa dewasa sesuai umurnya. Ya Allah berikan aku suami yang perhatian, yang pengertian, yang bisa menenangkan aku saat aku sedih. Pekerja keras, yang jujur, yang menghargai aku sebagai wanitanya, yang selalu mengalah demi wanitanya. Bukan orang yang sok jagoan, sok jadi penguasa, sok jadi pemimpin. Suami yang pemarah.  Bukan ya allah. Tapi apakah ini cobaanmu untukku? Jika memang ini yang terbaik untukku ku mohon ya Allah jadikan aku wanita yang sabar, wanita yang kuat, wanita yang tidak cengemg. Karena aku yakin setelah ada malam akan ada siang. Setelah ada tangisan akan ada kebahagiaan. Entah apa yang terjadi setelah nya. Wallahu'alam. Semoga keluarga ku menjadi lebih baik lagi. Dan menjadi keluarga yang bahagia. Amiin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar