Sabtu, 23 Desember 2017

Rindu buah hati

Hari ini usia pernikahanku hampir menginjak 2 tahun. Tapi selama itu juga belum ada tanda-tanda kehadirannya. Betapa sedihnya saya. Sebagai seorang wanita saya merasa belum sempurna. Kadang aku berfikir, "haah. Sudahlah. Allah tau semua yang terbaik. Saya hanya bisa menjalaninya dengan do'a dan ikhtiar." Tapi kata-kata itu kadang terasa hancur lebur setelah ada seseorang bertanya tentang kehamilanku yang tak kunjung tiba. Hati ini rasanya terkoyak. Sakit. Bibirpun tak mampu lagi berkata-kata. Yang terjadi hanya diam dan senyum yang terpaksa kulakukan. Aku tak tau, apa yang dirasakan suamiku. Tapi, kuberharap dia tak merasakan hal yang sama denganku. Ku ingin dia selalu bahagia. Tanpa beban yang harus ditanggungnya. Biarlah kesedihan itu saya saja yang merasakan. Ya.. allah tidakkah kau melihat, betapa inginnya aku menjadi seorang ibu, menjadi seorang wanita sempurna. Yang bisa mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan, memberikan pendidikan yang layak. Aku ingin seperti yang lain. Yang bisa hamil kalau tidak ikut KB. Ku ingin bisa merencanakan kehamilan. Supaya saya bisa melahirkan banyak anak ya allah. Ya allah ampuni aku, yang belum bisa menjadi anak berbakti untuk kedua keempat orang tuaku. Ampuni aku yang belum bisa menjadi istri penurut untuk suamiku. Ampuni aku yang belum bisa menjaga aurat untuk suamiku. Ampuni aku yang masih berandan saat kluar rumah. Aku mencintai suamiku. Ku ingin dia bahagia karena kehamilanku ya allah. Ku ingin dia menangis karena kehamilanku ya allah. Ya allah sempurnakanlah kami untuk menjadi orang tua dengan menangusuh anak-anak sholeh sholehah. Ya allah jika memang sesekarang bukan saatnya, ku mohon berikan kesabaran serta keikhlasan untukku dan suamiku ya allah. Aku akan menunggu sampai saatnya tiba. Dan jadikan aku istri yang sholihah untuk suamiku ya allah. Yang selalu bisa meneduhkan pandangannya. Yang selalu bisa membuatnya tersenyum. Yang selalu bisa menyiapkan segala kebutuhannya ya allah. Ya allah tetapkanlah hati suamiku hanya untukku saja. Jadilan dia suami yang sabar. Yang bisa membimbing aku menuju surga firdausmu ya allah. Hilangkan segala perasaan iri dengki yang timbul d hatiku. Jadikanlah aku orang yang selalu berlapang dada ya allah... amiin.

Rabu, 20 Desember 2017

Meluluhkan hati suami

Assalamu'alaikum....😆😆
Haiii... halooo semuanya....
Masih inget gak sama cerita yang kemarin,iya yang suami ku marah gara-gara aku ada yang nyolek. Nah... gini kelanjutan ceritanya...
Akhirnya guys, setelah diem-dieman hampir sehari, aku memberanikan diri untuk nemuin dia di rung kerjanya, aku berusaha untuk minta maaf, takut dosa tau. Tak disangka guys, dia menyambut dengan senyum, terus aku peluk dia deh, eh... dianya nangis guys, hahaaa... kan jadi lucu. Baru kali ini aku liat dia nangis tau guys. Ternyta cara ini ampuh banget buat ngeluluhin hati suami yang awalnya membara. Coba aja guys, kalo lagi marah sama suami, langsung aja deketin dia, jangan gengsi-gengsi. Bila perlu, peluk dia sambil ngomong maaf. Di jamin. Bakl klepek klepek laki lu..
Cukup segini aja gusy, sekarang aku lagi akur akur sama suami. Semoga selamanya samawa ya guys. 🙋🙌🙌🙌🙌😊😀😀

Isin isin meong

Hiks.... hiks..... 😭😭
Gini ya rasanya jauh dari suami. Gak enak banget. Meskipun tiap hari sering curk cuekan. Masa bodo teing tapi kalo pas jauhan kerasa tau... baru beberapa jam aja udah kangen. Mas... cepet pulang. Jangan lama2 di wonosalam. Lgian rapat aja jauh amat ke wonosalam. Iya... itu daerah pegunungan di kota jombang. Yang terkenal sama durennya itu lo...
Iya sih kalo d rumah sering berantem juga. Saling keras kepala. Sok kuat kalo jauh jauhan. Padahal mah gak bisa guys. Jujur aja nih, aku th gak bisa jauh dari suami. Tapi karena ini masalah kerjaan jdi harus profesionl lh yah,, aku do'ain semoga suamiku disana sehat, kerjanya lancar, dapat titik terbaik dari diskusinya. Dan sepulang dari gunung tubuh dan jiwa menjadi fresh. Lebih semangat kerja lagi dan lebih cinta sama akyu sebagai istrinya... love you sayang... 😘