Hari Jum'at tanggal 1 Oktober perutku rasanya mules, sepertinya ini yang dinamakan kontraksi. Sakitnya seperti nyeri saat haid. Tapi lebih sakit berlipat-lipat. Karena saat sakitnya datang bisa membangunkan tidur yang nyenyak sekalipun. Akhirnya ku ajak suami untuk pergi ke rumah bidan yang biasa ku kunjungi saat kontrol hamil. Setelah di periksa dalam ternyata belum ada bukaan. Masih 1 jari. Tapi emang rahim itu hamil atau tidak hamil bukanya 1 jari. Dan saya sangat kecewa saat bidan bilang seperti itu. Karena menurut ku pembukaan nya tidak sebanding dengan sakit yang kurasakan. Akhirnya kata bidan " pulang aja dulu, nanti kalau sakitnya udah 3x dalam 10 menit kembali kesini lagi. Buku periksanya ditinggal saja" pulangnya saya. Dalam perjalanan pulang suami ngajak "dek kalau beli makan dulu sampean masih kuat gak?"
" Insyaallah kuat mas, ayo sekalian jalan dari pada bolak balik"
Setelah beli makan, pulang kerumah kok kontraksi nya ilang. Aku jadi bingung. Tapi ada darah yang keluar. Suami juga ikut bingung " dek, udah gak sakit lagi perutnya?"
"Gak mas, hilang" aku tertawa.
Tanggal 4 Oktober 2019 jam 02.00 wib kok perutku rasanya mules, kaya mau bab kaya gak, akhirnya aku ke kamar mandi, ternyata gak keluar2. Dan aku ingat oh.. jangan2 aku mau lahiran. Aku kembali ke kamar dan mencoba tidur lagi. Tapi selalu kebangun saat kontraksi datang. Menjelang subuh rasa sakitnya semakin bertambah. Untuk jalan saja rasanya aku tidak kuat. Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu.
05 Oktober 2019
Dengan jalan yang tertatih, muka yang meringis menahan sakit aku mandi, ternyata darah keluar tambah banyak. Aku tidak perduli bersih apa tidak mandiku, aku segera bergegas ke kamar menunggu suami pulang, karena dia sedang ke stasiun nganter adiknya yang mau boyongan. Perutku rasanya seperti diremas remas. Sakit tapi tidak ada obatnya. Gak enak makan gak enak minum. Yang ada dipikiran hanya do'a " ya Allah lancarkan persalinan ku. Mudahkan segala nya. Jangan biarkan aku lama lama menahan sakit, selamat kan aku dan anakku ya Allah"
Akhirnya suami pulang, rupanya dia sudah panik melihat raut wajahku yang sudah tidak bisa tersenyum. Hanya desisan istighfar dan raut wajah yg pucat. Jam 09.00 Segera aku di bonceng ke rumah bidan terdekat. Setelah di periksa anak magang (bidannya seminar) katanya bukaan 2. " Ya Allah bukaan 2 aja sakitnya kaya gini, apalagi bukaan lengkap?. Tapi jika memang rasanya seperti ini melahirkan kuatkan aku ya Allah. Supaya aku bisa menahan rasa sakit ini " hatiku tak tenang. Karena dulu aku sekolah kebidanan sedikit banyak aku tahu, proses melahirkan, perkiraan ku buka lengkap sekitar jam 17.00 nanti, " ya Allah, percepat persalinanku" hatiku terus berdo'a. " Mbak karena ini bukannya masih kecil, lebih baik jalan jalan dulu supaya bukaannya cepet" kata anak magang itu. " Kamu gak tau rasanya mau melahirkan. Jangankan jalan jalan. Diem aja sakit" batinku berkomentar. Tapi aku hanya diam. " Bu, gak mau jalan jalan dulu?" Anak magang yang lain " aku gak kuat mbak" ucapku lirih. Rasanya perutku semakin sakit tak terkira. Dan darah yang terus mengalir, tanda bahwa kepala anakku semakin turun. Jam 11.00 rasanya aku tidak kuat lagi.
Sabtu, 28 Desember 2019
Selasa, 18 Juni 2019
Kecewa
Ya Allah kenapa dia masih seperti itu,, aku merasa kecewa ya Allah. Sekarang hp nya sudah tidak bisa kugunakan. Sekarang dia rahasiakan sandi hp nya dariku. Ya Allah sunggu tega suamiku. Lebih memilih hobinya daripada aku istrinya. Ya Allah berikan aku kesabaran berikan aku kekuatan untuk menghadapi ujian ini. Ya Allah rubahlah suamiku menjadi orang yang hanya takut kepadamu. Beritahu ia bahwa segalanya akan dipertanggung jawabkan ya Allah. Kembalikan suamiku yang dulu ya Allah. Yang selalu mesra bersamaku. Yang selalu rindu jika ku pergi. Yang selalu berkata i love you setiap kali akan tidur. Jadikan aku satu satunya yang bisa membangkitkan syahwat nya ya Allah. Tidak ada yang tak mungkin bagimu ya Allah. Kembalikan suamiku yang dulu... Aku rindu suamiku yang dulu...ðŸ˜
Amiin
Ya Allah... Ampuni segala dosaku. Ampuni aku yang telah menyakiti hati suamiku. Yang telah membuatnya sedih. Yang telah mendiamkannya berhari hari. Sungguh aku istri yang tidak baik. Ampuni aku ya Allah.
Ya Allah terima kasih kau telah menyatukan kami kembali. Ya Allah mohon jadikan keluarga kami sakinah mawadah warahmah. Panjangkan umur kami supaya kita bisa bersama sama beribadah kepadamu sampai tua bersama anak anak kami dan cucu cicit kami ya Allah. Amiin. Berikan kami Rahmat serta ridhomu untuk kami menjalani bahtera rumah tangga ini. Semoga kami semakin hari semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan nya. Amiin.
Sabtu, 15 Juni 2019
Belajar sabar
Ya Allah kenapa dia begitu tega kepadaku. Kepada soarang wanita hamil. Yang sangat ingin di sayangi, di manja manja. Tidakkah dia menganggap ku sebagai seorang istri? Siapa sebenarnya aku dimatanya? Hati ini sakit ya Allah. Kenapa dia tidak berubah juga? Padahal dia 4 tahun lebih tua dari aku. Tapi kenapa sikapnya tidak bisa dewasa sesuai umurnya. Ya Allah berikan aku suami yang perhatian, yang pengertian, yang bisa menenangkan aku saat aku sedih. Pekerja keras, yang jujur, yang menghargai aku sebagai wanitanya, yang selalu mengalah demi wanitanya. Bukan orang yang sok jagoan, sok jadi penguasa, sok jadi pemimpin. Suami yang pemarah. Bukan ya allah. Tapi apakah ini cobaanmu untukku? Jika memang ini yang terbaik untukku ku mohon ya Allah jadikan aku wanita yang sabar, wanita yang kuat, wanita yang tidak cengemg. Karena aku yakin setelah ada malam akan ada siang. Setelah ada tangisan akan ada kebahagiaan. Entah apa yang terjadi setelah nya. Wallahu'alam. Semoga keluarga ku menjadi lebih baik lagi. Dan menjadi keluarga yang bahagia. Amiin.
Kamis, 13 Juni 2019
Hanya Allah yang tau
Ya Allah aku sudah berusaha semampu yang aku bisa. Untuk hasilnya kuserahkan padamu semua ya Allah. Aku ingin hidup bahagia bersama suami dan anakku. Berikan aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat ya Allah. Jadikan aku istri sekaligus ratu dalam rumah tangga. Ku ingin di mulyakan suami. Ku ingin diperhatikan suami. Mungkin memang bukan aku pilihan hatinya tapi ku selalu berharap agar setiap hari tumbuh rasa cinta dihati suamiku untuk aku dan anakku. Ku berharap ia bisa menerimaku apa adanya.
Terima kasih atas segala nikmat yang kau berikan ya Allah. Kau titipkan satu nyawa di dalam rahimku. janin yang sangat aktif diddalam rahimku. Gerakannya saja sudah membuatku bahagia. Aku merasa tidak sendiri lagi. Karena akan ada seseorang yang akan memanggil ku ibu. Yang akan mengatakan aku cantik dalam kondisi apapun. Yang akan selalu membelaku saat aku tak berdaya. Sehatkan ia ya Allah. Lahirkan ia dengan mudah, sehat dan selamat. Beri selalu kebahagiaan untuk anakku ya Allah. Izinkan aku untuk merawat nya sampe besar nanti. Dan hidup bahagia bersama suami dan anak-anak, cucu dan cicitku. Amiin.
Rabu, 12 Juni 2019
Allah Maha Segalanya
Bismillahirrahmanirrahim,,
Ya Allah cobaan apa yang sedang kau berikan kepadaku. Hatiku rasanya hancur berkeping keping saat mengetahui hal yang tidak ingin aku tahu. Kenapa kau berikan ujian ini kepadaku disaat apa yang aku inginkan sedang terjadi. Alhamdulillah aku sedang hamil 6 bulan. Ya Allah rasanya sudah tak kuat hati ini menahan semua yang ku pendam sejak 2 bulan yang lalu. Ya Allah kenapa dia lakukan ini kepaku. Aku memang buKan wanita sempurna ya Allah. Ku harap dia bisa terima dan bersabar untukku. Kenapa dia memilih untuk melakukan itu. Hatiku benar benar sakit ya Allah. Aku merasa bukanlah seorang istri. Tapi hanya pelayan untuk nya.
Ya Allah tidak pantaskah aku memiliki seorang suami yang benar benar mencintaiku apa adanya. Yang selalu menganggap ku ratu dalam hidupnya? Tidak pantaskah ya Allah?
Ya Allah ampuni aku, jika hal ini terjadi karena banyaknya dosa dosaku. Ampuni aku ya Allah. Aku mohon ya Allah kembalikan suamiku yang selalu takut kepadamu. Yang selalu sholat malam. Berkata tidak kasar ya Allah.
Ya Allah jadikanlah suamiku orang yang perhatian terhadap istri. Yang bertanggung jawab. Yang selalu memprioritaskan keluarga.
Aku mohon kepadamu ya Allah kembalikan suamiku yang selalu sabar. Yang menyayangi ku apa adanya. Hentikan hal2 buruk itu ya Allah. Tegur ia jika apa yang dia lakukan itu salah. Buatlah ia menangis menyesali hal yang pernah dilakukan nya. Sehingga ia menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari.
Ya Allah jadikanlah rumah tangga kami, rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah, yang selalu saling menyayangi, saling menghargai. Tumbuhkan rasa cinta yang baru setiap hari pada hati kami masing masing ya Allah. Ya Allah jika memang aku bukan pilihan hatinya ku mohon ya Allah tumbuhkan selalu rasa cinta dihatinya untukku. Aku hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga, agar bisa beribadah bersama, jalan jalan bersama layaknya keluarga bahagia lainnya.
Ya Allah walaupun aku sering sedih, sering menangis, sering sakit hati, jangan kau kaitkan dengan janinku ya Allah. Tumbuhkan ia jadi anak yang sehat mental serta batinnya. Tumbuhkan ia jadi anak yang bahagia. Hindarkan anakku dari kesengsaraan dunia dan akhirat ya Allah. Mudahkan nanti saat proses melahirkan ya Allah. Semoga lahir sehat selamat. Aku juga sehat selamat. Semoga nanti dengan lahirnya anggota baru. Menjadikan suasana baru juga. Semoga bisa membawa perubahan yang positif untuk orang orang di sekitar kami ya Allah. Amiin. Ya rabbal Al-Amin
Sabtu, 25 Mei 2019
Alhamdulillah saya hamil
Hampir 3 tahun saya menikah membuat saya lelah untuk berharap hamil. Karena saya sudah pasrah sama Allah. Sudah ikhlas. Yang bisa saya lakukan sekarang hanya berdo'a memohon semua yang aku ingin. Karena untuk promil pun membutuhkan biaya yang sangat besar. Sedang aku tidak punya banyak materi. Tapi aku sangat yakin suatu hari pasti aku hamil. Allah pasti akan mengabulkan doa' aku. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Sambil aku iktiar minum madu asli sama air parutan kunyit. Oh.. iya sebelumnya saya pernah periksa sama dokter didiagnosa penebalan dinding rahim. Jadi kalo mau hamil rahimnya harus tipis. Harus di kuret. Tapi apalah daya lagi lagi karena materi. Jadi aku hanya bisa bergantung sama Allah.
Di awal tahun 2019 ternyata saya Tidak datang bulan. Hati sudah mulai cemas akankah haidku kembali seperti dulu? Tidak teratur lagi. Hatiku bergejolak. Bulanpun berganti Februari kenapa gak haidku gak datang juga? Dan saat itu rasanya tubuh sudah mulai lemas, pinginnya makan yang segar segar. Masakan sendiripun tidak saya suka. Rasanya Mau muntah. Bulan berganti Maret kenapa haidku belum juga datang.? Saat bulan ke 3 ini saya baru menyadari adanya tanda tanda hamil. Badan jadi lemes. Ngapa ngapain males. Pengen muntah. Pipis lebih sering. Dan ada pembesaran 2 jari di atas simpisis. Akhirnya langsung aku beli respek sekaligus 3. Dengan perasaan yang campur aduk antara seneng terharu dan takut. Dan alhamdulilah ternyata hasilnya positif. Ada 2 garis di 2 respek yang ku buka.
Tapi, itu tidak lantas membuatku percaya begitu saja. Besoknya saya langsung menuju rumah sakit untuk usg. Dan alhamdulilah ternyata janinku sudah 11 Minggu waktu itu. Sudah bergerak gerak kaki dan tangannya pun sudah terbentuk. Aku sangat terharu. Bahagia. Bersyukur sama Allah yang selalu mendengar do'a do'aku. AlhmAlhamduli.
Saat pulang ke rumah respek. Hasil USG saya masukkan kedalam kotak dan saya serahkan ke suami. Dan betapa terkejutnya suamiku melihat isi yang ada dalam kotak itu. Suaranya bergetar dan matanya berbinar merah. Seolah akan meneteskan air mata hari. Aku tau dia sangat bahagia setelah hampir 3 tahun menikah. Sekarang saya hamil. Dan sekarang usia kehamilanku 19 minggu. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga sehat selalu saya dan janinku. Sampai nanti melahirkan sampai nanti membesar kan merawat menyayangi. Amiin. Love you my husband. Love you my baby. 😘😘😘😘
Jumat, 01 Maret 2019
Pahit manis berumah tangga..😩
Assalamu'alaikum...
Hallo gaes.... 😆
Ternyata menyatukan dua kepala jadi satu itu tidak semudah kita bilang i love you saat pacaran gaes. Buktinya aku udah 3 tahun masih sama sama egois dua duanya. Kalo dulu sih aku yang sering ngalah gaes. Tapi sekarang aku udah capek ngemis ngemis tiap kali dia marah. Harusnya kan laki laki yang ngerayu rayu, supaya istrinya bahagia. Ini mah boro boro yang ada malah mlotot mlotot dan ngomong dengan suara bernada tinggi. Mungkin dia kira dengan seperti itu akan menjadikan saya takut. Tapi gak sama sekali yang ada harga diri dia turun banyak dimata saya. Ilfeel mah iya. Jangan dikira suami itu melakukan segala halnya dengan benar. Allah juga menilai mana yang boleh dilakukan suami dan yang tidak boleh dilakukan. Aku sedih mendengar suara bernada tinggi ditujukan padaku oleh salah satu orang yang tersayang. Aku merasa semakin hari bukan semakin berfikir dewasa malah semakin egois semakin kenak kanakan. Aku ingin jadi orang yang selalu dilindungi, yang selalu di sayangi, selalu dilemah lembuti, dan disabari saat mungkin aku lalai, aku kurang nurut. Ya allah lembutkan hatinya. Sesungguhnya engkau maha pembolak balik hati. Berikan dia sifat sabar sabar dan sabar. Hati ini terasa sakit tapi aku memaafkan apa yang telah dia lakukan mungkin dia khilaf. Juga berikan kesabaran untukku.
Langganan:
Komentar (Atom)