Jumat, 20 Maret 2020

Bahagia rasanya mempunyai seorang bayi yang lucu imut dan sehat. Alhamdulillah Allah mengabulkan doaku untuk memiliki buah hati. Tapi kebahagiaan itu seolah sirna setelah aku menderita sakit pada lutut ku. Untuk berdiri saja terasa sakit. Apalagi untuk berjalan dan menggendong anakku. Ngilu membayangkannya saja.
Ya Allah kenapa kau berikan aku ujian seperti ini, kenapa bahagiaku hanya sekejap. Kenapa kau rebut kembali bahagiaku. Aku ingin menjadi ibu yang bisa merawat anak, yang suka menggendong gendong anaknya tanpa sakit di lutut, tanpa nyeri di lutut tanpa kaku di lutut. Kasihan anakku ya Allah dia masih bayi, masih ingin ditimang, digendong, diajak jalan jalan. Kasian suamiku ya Allah dia butuh aku, untuk menyiapkan apa apa yang dibutuhkan.
Ya Allah jangan kau uji aku dengan sakit seperti ini, rasanya aku gak kuat ya Allah. Biarkan aku hidup bahagia bersama suamiku, bersama anak anakku ya Allah. Ijinkan aku untuk sembuh. Ijinkan aku untuk sehat kembali. Ijinkan aku untuk bisa berjalan normal, ijinkan aku untuk bisa naik turun tangga lagi, ijinkan aku untuk bisa berlari lagi. Hanya engkau tempatku meminta ya Allah. Sungguh sakit ini telah mengganggu ibadahku kepadamu. Maka sembuh kan aku yallah. Jadikan aku orang yang sabar. Amiin.

Sabtu, 28 Desember 2019

Pengalaman melahirkan anak pertama dengan normal

Hari Jum'at tanggal 1 Oktober perutku rasanya mules, sepertinya ini yang dinamakan kontraksi. Sakitnya seperti nyeri saat haid. Tapi lebih sakit berlipat-lipat. Karena saat sakitnya datang bisa membangunkan tidur yang nyenyak sekalipun. Akhirnya ku ajak suami untuk pergi ke rumah bidan yang biasa ku kunjungi saat kontrol hamil. Setelah di periksa dalam ternyata belum ada bukaan. Masih 1 jari. Tapi emang rahim itu hamil atau tidak hamil bukanya 1 jari. Dan saya sangat kecewa saat bidan bilang seperti itu. Karena menurut ku pembukaan nya tidak sebanding dengan sakit yang kurasakan. Akhirnya kata bidan " pulang aja dulu, nanti kalau sakitnya udah 3x dalam 10 menit kembali kesini lagi. Buku periksanya ditinggal saja" pulangnya saya. Dalam perjalanan pulang suami ngajak "dek kalau beli makan dulu sampean masih kuat gak?"
" Insyaallah kuat mas, ayo sekalian jalan dari pada bolak balik"
Setelah beli makan, pulang kerumah kok kontraksi nya ilang. Aku jadi bingung. Tapi ada darah yang keluar. Suami juga ikut bingung " dek, udah gak sakit lagi perutnya?"
"Gak mas, hilang" aku tertawa.
Tanggal 4 Oktober 2019 jam 02.00 wib kok perutku rasanya mules, kaya mau bab kaya gak, akhirnya aku ke kamar mandi, ternyata gak keluar2. Dan aku ingat oh.. jangan2 aku mau lahiran. Aku kembali ke kamar dan mencoba tidur lagi. Tapi selalu kebangun saat kontraksi datang. Menjelang subuh rasa sakitnya semakin bertambah. Untuk jalan saja rasanya aku tidak kuat. Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu.
05 Oktober 2019
Dengan jalan yang tertatih, muka yang meringis menahan sakit aku mandi, ternyata darah keluar tambah banyak. Aku tidak perduli bersih apa tidak mandiku, aku segera bergegas ke kamar menunggu suami pulang, karena dia sedang ke stasiun nganter adiknya yang mau boyongan. Perutku rasanya seperti diremas remas. Sakit tapi tidak ada obatnya. Gak enak makan gak enak minum. Yang ada dipikiran hanya do'a " ya Allah lancarkan persalinan ku. Mudahkan segala nya. Jangan biarkan aku lama lama menahan sakit, selamat kan aku dan anakku ya Allah"
Akhirnya suami pulang, rupanya dia sudah panik melihat raut wajahku yang sudah tidak bisa tersenyum. Hanya desisan istighfar dan raut wajah yg pucat. Jam 09.00 Segera aku di bonceng ke rumah bidan terdekat. Setelah di periksa anak magang (bidannya seminar) katanya bukaan 2. " Ya Allah bukaan 2 aja sakitnya kaya gini, apalagi bukaan lengkap?. Tapi jika memang rasanya seperti ini melahirkan kuatkan aku ya Allah. Supaya aku bisa menahan rasa sakit ini " hatiku tak tenang. Karena dulu aku sekolah kebidanan sedikit banyak aku tahu, proses melahirkan, perkiraan ku buka lengkap sekitar jam 17.00 nanti, " ya Allah, percepat persalinanku" hatiku terus berdo'a. " Mbak karena ini bukannya masih kecil, lebih baik jalan jalan dulu supaya bukaannya cepet" kata anak magang itu. " Kamu gak tau rasanya mau melahirkan. Jangankan jalan jalan. Diem aja sakit" batinku berkomentar. Tapi aku hanya diam. " Bu, gak mau jalan jalan dulu?" Anak magang yang lain " aku gak kuat mbak" ucapku lirih. Rasanya perutku semakin sakit tak terkira. Dan darah yang terus mengalir, tanda bahwa kepala anakku semakin turun. Jam 11.00 rasanya aku tidak kuat lagi.

Selasa, 18 Juni 2019

Kecewa

Ya Allah kenapa dia masih seperti itu,, aku merasa kecewa ya Allah. Sekarang hp nya sudah tidak bisa kugunakan. Sekarang dia rahasiakan sandi hp nya dariku. Ya Allah sunggu tega suamiku. Lebih memilih hobinya daripada aku istrinya. Ya Allah berikan aku kesabaran berikan aku kekuatan untuk menghadapi ujian ini. Ya Allah rubahlah suamiku menjadi orang yang hanya takut kepadamu. Beritahu ia bahwa segalanya akan dipertanggung jawabkan ya Allah. Kembalikan suamiku yang dulu ya Allah. Yang selalu mesra bersamaku. Yang selalu rindu jika ku pergi. Yang selalu berkata i love you setiap kali akan tidur. Jadikan aku satu satunya yang bisa membangkitkan syahwat nya ya Allah. Tidak ada yang tak mungkin bagimu ya Allah. Kembalikan suamiku yang dulu... Aku rindu suamiku yang dulu...😭

Amiin

Ya Allah... Ampuni segala dosaku. Ampuni aku yang telah menyakiti hati suamiku. Yang telah membuatnya sedih. Yang telah mendiamkannya berhari hari. Sungguh aku istri yang tidak baik. Ampuni aku ya Allah. 
Ya Allah terima kasih kau telah menyatukan kami kembali. Ya Allah mohon jadikan keluarga kami sakinah mawadah warahmah. Panjangkan umur kami supaya kita bisa bersama sama beribadah kepadamu sampai tua bersama anak anak kami dan cucu cicit kami ya Allah. Amiin. Berikan kami Rahmat serta ridhomu untuk kami menjalani bahtera rumah tangga ini. Semoga kami semakin hari semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan nya. Amiin.

Sabtu, 15 Juni 2019

Belajar sabar

     Ya Allah kenapa dia begitu tega kepadaku. Kepada soarang wanita hamil. Yang sangat ingin di sayangi, di manja manja. Tidakkah dia menganggap ku sebagai seorang istri? Siapa sebenarnya aku dimatanya? Hati ini sakit ya Allah. Kenapa dia tidak berubah juga? Padahal dia 4 tahun lebih tua dari aku. Tapi kenapa sikapnya tidak bisa dewasa sesuai umurnya. Ya Allah berikan aku suami yang perhatian, yang pengertian, yang bisa menenangkan aku saat aku sedih. Pekerja keras, yang jujur, yang menghargai aku sebagai wanitanya, yang selalu mengalah demi wanitanya. Bukan orang yang sok jagoan, sok jadi penguasa, sok jadi pemimpin. Suami yang pemarah.  Bukan ya allah. Tapi apakah ini cobaanmu untukku? Jika memang ini yang terbaik untukku ku mohon ya Allah jadikan aku wanita yang sabar, wanita yang kuat, wanita yang tidak cengemg. Karena aku yakin setelah ada malam akan ada siang. Setelah ada tangisan akan ada kebahagiaan. Entah apa yang terjadi setelah nya. Wallahu'alam. Semoga keluarga ku menjadi lebih baik lagi. Dan menjadi keluarga yang bahagia. Amiin. 

Kamis, 13 Juni 2019

Hanya Allah yang tau

       Ya Allah aku sudah berusaha semampu yang aku bisa. Untuk hasilnya kuserahkan padamu semua ya Allah. Aku ingin hidup bahagia bersama suami dan anakku. Berikan aku kebahagiaan di dunia dan di akhirat ya Allah. Jadikan aku istri sekaligus ratu dalam rumah tangga. Ku ingin di mulyakan suami. Ku ingin diperhatikan suami. Mungkin memang bukan aku pilihan hatinya tapi ku selalu berharap agar setiap hari tumbuh rasa cinta dihati suamiku untuk aku dan anakku. Ku berharap ia bisa menerimaku apa adanya. 
        Terima kasih atas segala nikmat yang kau berikan ya Allah. Kau titipkan satu nyawa di dalam rahimku. janin yang sangat aktif diddalam rahimku. Gerakannya saja sudah membuatku bahagia. Aku merasa tidak sendiri lagi. Karena akan ada seseorang yang akan memanggil ku ibu. Yang akan mengatakan aku cantik dalam kondisi apapun. Yang akan selalu membelaku saat aku tak berdaya. Sehatkan ia ya Allah. Lahirkan ia dengan mudah, sehat dan selamat. Beri selalu kebahagiaan untuk anakku ya Allah. Izinkan aku untuk merawat nya sampe besar nanti. Dan hidup bahagia bersama suami dan anak-anak, cucu dan cicitku. Amiin.

Rabu, 12 Juni 2019

Allah Maha Segalanya

      Bismillahirrahmanirrahim,,
    Ya Allah cobaan apa yang sedang kau berikan kepadaku. Hatiku rasanya hancur berkeping keping saat mengetahui hal yang tidak ingin aku tahu. Kenapa kau berikan ujian ini kepadaku disaat apa yang aku inginkan sedang terjadi. Alhamdulillah aku sedang hamil 6 bulan. Ya Allah rasanya sudah tak kuat hati ini menahan semua yang ku pendam sejak 2 bulan yang lalu. Ya Allah kenapa dia lakukan ini kepaku. Aku memang buKan wanita sempurna ya Allah. Ku harap dia bisa terima dan bersabar untukku. Kenapa dia memilih untuk melakukan itu. Hatiku benar benar sakit ya Allah. Aku merasa bukanlah seorang istri. Tapi hanya pelayan untuk nya. 
      Ya Allah tidak pantaskah aku memiliki seorang suami yang benar benar mencintaiku apa adanya. Yang selalu menganggap ku ratu dalam hidupnya? Tidak pantaskah ya Allah? 
Ya Allah ampuni aku, jika hal ini terjadi karena banyaknya dosa dosaku. Ampuni aku ya Allah. Aku mohon ya Allah kembalikan suamiku yang selalu takut kepadamu. Yang selalu sholat malam. Berkata tidak kasar ya Allah. 
      Ya Allah jadikanlah suamiku orang yang perhatian terhadap istri. Yang bertanggung jawab. Yang selalu memprioritaskan keluarga. 
Aku mohon kepadamu ya Allah kembalikan suamiku yang selalu sabar. Yang menyayangi ku apa adanya. Hentikan hal2 buruk itu ya Allah. Tegur ia jika apa yang dia lakukan itu salah. Buatlah ia menangis menyesali hal yang pernah dilakukan nya. Sehingga ia menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari.
    Ya Allah jadikanlah rumah tangga kami, rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah, yang selalu saling menyayangi, saling menghargai. Tumbuhkan rasa cinta yang  baru setiap hari pada hati kami masing masing ya Allah. Ya Allah jika memang aku bukan pilihan hatinya ku mohon ya Allah tumbuhkan selalu rasa cinta dihatinya untukku. Aku hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga, agar bisa beribadah bersama, jalan jalan bersama layaknya keluarga bahagia lainnya.
        Ya Allah walaupun aku sering sedih, sering menangis, sering sakit hati, jangan kau kaitkan dengan janinku ya Allah. Tumbuhkan ia jadi anak yang sehat mental serta batinnya. Tumbuhkan ia jadi anak yang bahagia. Hindarkan anakku dari kesengsaraan dunia dan akhirat ya Allah. Mudahkan nanti saat proses melahirkan ya Allah. Semoga lahir sehat selamat. Aku juga sehat selamat. Semoga nanti dengan lahirnya anggota baru. Menjadikan suasana baru juga. Semoga bisa membawa perubahan yang positif untuk orang orang di sekitar kami ya Allah. Amiin. Ya rabbal Al-Amin